1. DESAIN OUTPUT TERINCI
.
Desain output terinci
dimaksudkan untuk pertanyaaan Bagaimana dan seperti pa bentu dari output-output
tersebut?.
a. Bentuk Laporan.
Laporan dari suatu system
informasi dapat berbentuk tabel dan berbentuk grafik.
Laporan berbentuk tabel
dengan jenis-jenis sebagai berikut:
- Notice Report : Bentuk
laporan yang memerlukan laporan khususdan dibuat sederhana tetapi jelas.
- Equipoised Report:
Laporan hal-hal yang bertentang sebagai pembanding.
- Variance Report : Laporan
yang menunjukkan sesislih antara standar yang sudah ditetapkan dengan hsil kenyataannya.
- Comparative Report:
Laporan yang membandingkan antara satu hal dengan hal lainnya.
2. Laporan berbentuk
Grafik.
Laporan berebentuk grafik
dapat diklasifikasikan sbb : Bagan Garis ( line chart), Bagan Batang ( Bar
chart) dan Bagan Pastel ( pie chart).
b. Pedoman Desain Laporan.
Pedoman yang penting dalam
pembuatan laporan diantaranya adalah:
- Untuk Laporan formal,
terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu: Judul Laporan, Tubuh Laporan dan catatan
kaki laporan yang berisi ringkasan, subtotal, dan grand total.
- Kualitas kertas
disesuaikan dengan keperluan.
- Margin pencetakan
c. Alat-alat Output
terinci.
Alat-alat yang digunakan
dalam desain output: Printer layout form dan Kamus data output.
Kamus Data Output:
2. DESAIN INPUT TERINCI.
Desain input terinci
dimulai darai desain dokumen dasar dengan baik sehingga kemungkinan kesalahan
input relative kecil.
a. Dokumen dasar.
Dokumen dasar merupakan
formulir yang digunakan untuk menangkap data. Data yang telah ditangkap
dimasukkan kekomputer sebagai input Sistem informasi. Dokumen dasar dapat
membantu dalam penanganan arus data sebagai berikut:
1. Dapat menunjukkan macam
data yang dikumpulkan dan ditangkap.
2. Data dapat dicatat
dengan jelas, konsisten dan akurat.
3. Dapat mendorong
lengkapnya data.
4. Bertindak sebagai
pendistribusian data.
5. Dokumen dasar dapat
membantu didalam pembutktian terjadinya suatu transaksi yang sah.
6. Dokuemen dasar dapat
digunakan sebagai cadangan atau pelindung dari file-file computer.
Adapun untuk keperluan
tersbut maka dokuemn dasar harus dirancang dengan baik dengan memperhatikan
hal-hal sebagi berikut:
- - Kertas yang digunakan
- - Ukuran Dokumen dasar
- - Warna yang digunakan
- - Judul Dokumen dasar
- - Nomer dokuemen dasar
- - Nomor urut dokuemn dasar.
- - Nomer dan jumlah halaman
- - spasi yang baik.
- - Pembagian area yang baik.
- - Caption.
- - Instruksi dokumen dasar
- - Jendela di amplop
- - Jumlah tembusan
b. Cara Mengurangi Jumlah
Masukan.
Ada beberapa cara untuk
melakukan pengurangan jumlah input tanpa mengurangi kelengkapannya, antara lain
:
- Menggunakan kode
- Data yang realtif konstan disimpan dalam File Induk Acuan
- Jam dan Tanggal diambilkan dari sistem
- Rutin perhitungan dilakukan oleh sistem
3. DESAIN DIALOG LAYAR TERMINAL.
Desain dialog layer
terminal merupakan rancang bangun dari percakapan antar pemakai system dengan
computer, percakapan ini bisa berupa proses memasukkan kesistem, menampilkan
output informasi kepada user datau keduanya.
a. Pedoman Desain Dialog.
Pedoman mendesain dialog
layer meliputi:
- Sistem harus menyediakan
instruksi-instruksi untuk user.
- Layar harus dibentu
sedemikain rupa sehinggan informasi, instruksi dan bantuan selalu ditampilkan
pada area yang pasti.
- Pembatasan ide dalam satu
dialog
- Paging dan Scrolling
- Berita dan instruksi
harus dapat ditampilkan cukup lama.
- Hindari pengunaan
singkatan.
- Gunakan kata yang
konsisten.
b. Strategi Dialog.
Strategi yang bisa
digunakan adalah:
- Strategi Menu
- Kumpulan intruksi
- Dialog pertanyaan
c. Untuk menggambar dialog
layar terminal lengkapi dengan Bagan Dialog.
d. Dilengkapi dengan Bagan
Tata letak layar terminal.
e. Semua dijelaskan dengan
Kamus Data Dialog.
4. DESAIN DATABASE TERINCI.
Yaitu desain keperluan
database secara rinci yang meliput penggunaan file-file dalam suatu sitem
informasi.
Adapaun untuk desain
database ini bisa menggunakan teknik : Normalisasi maupun Diagram Entity
Relatinship (DER) dan dilengkapi dengan Penjelasan Data di dalam Kamus Data
File.
5. DESAIN TEKNOLOGI TERINCI.
Desaian teknologi terinci
lebih menekankan pada desain kebutuhan kapasitas memori untuk menyimpan
database, sistem operasi maupun untuk kebutuhan penyimpanan system informasi (
Program)
6. DESAIN MODEL DAN KONTROL SECARA RINCI.
Desain model terinci
mendefinikan secara rinci urut-urutan langkah-langkah dari masing-masing proses
ydigambarkan dalam DAD, yang meliputi:
a. Desain Program Komputer
Secara Modular.
b. Alat-alat Desain Program
Komputer
c. Metodologi Desain
Program Komputer.
d. Langkah Desain Program
secara Moduler.
- Menentukan batas otomatis dari program di DAD
- Menggambarkan bagan terstruktur
- Mengembangkan algoritma program komputer.
7. MEMBUAT LAPORAN HASIL DESAIN SISTEM TERINCI.
Laporan desain terinci bisa
dipecah menjadi dua , yaitu laporan yang pertama untuk user lebih menekankan
bentuk input dan output yang akan digunakan pada system informasi. Laporan yang
kedua untuk programamer dan ahli-ahli teknik pendukung pengembangan sistem. Kedua
laporan tersebut berisi teknis sehingga sering disebut dengan Teknical Manual.